6C: Kriteria Calon Anggota Pembiayaan Koperasi Syariah

 

Koperasi syariah selain menerima calon anggota pembiayaan yang datang langsung ke kantor koperasi syariah, juga proaktif dalam menjaring calon anggota pembiayaan. Hal ini dilakukan agar dana pembiayaan koperasi syariah berjalan aman dan menguntungkan. Cara-cara ini menggunakan metode jemput bola kepada calon anggota pembiayaan yang memenuhi kriteria 6C, yaitu;

  1. Character of Akhlaq (karakter akhlaknya)

Karakter ini dapat dilihat dari interaksi kehidupan keluarga dan para tetangganya. Untuk mengetahui lebih dalam adalah dengan bertanya kepada tokoh masyarakat setempat maupun para tetangga tentang karakter/akhlak dari calon penerima pembiayaan.

  1. Condition of Economy (kondisi usaha)

Usaha yang dijalankan calon anggota pembiayaan harus baik, dalam arti mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, menutupi biaya operasi usaha dan kelebihan dari hasil usaha dapat menjadi penambah modal usaha untuk berkembang.

  1. Capacity (kemampuan manajerial)

Calon anggota pembiayaan mempunyai kemampuan manajerial, handal dan tangguh dalam menjalankan usaha. Biasanya seorang wiraswasta sudah dapat mengatasi permasalahan yang mungkin timbul dari usahanya apabila sudah berjalan minimal dua tahun.

  1. Capital (modal)

Calon anggota pembiayaan harus mampu mengatur keuangannya dengan baik. Pengusaha harus dapat menyisihkan sebagian keuntungan usahanya untuk menambah modal sehingga skala usahanya dapat ditingkatkan.

  1. Collateral (jaminan)

Petugas pembiayaan harus dapat menganalisis usaha calon anggota pembiayaan dimana sumber utama pelunasan pembiayaan nantinya dibayarkan dari hasil keuntungan usahanya. Untuk mengatasi kemungkinan sulitnya pembayaran kembali kepada koperasi syariah maka perlu dikenakan jaminan. Ada dua fungsi jaminan, pertama sebagai pengganti pelunasann pembiayaan apabila nasabah sudah tidak mampu lagi. Namun demikian koperasi syariah tidak dapat langsung mengambil alih jaminan tersebut, tetapi memberikan tangguh atau tenggang waktu untuk mencari alternatif lain yang disepakati bersama dengan anggotanya. Kedua, sebagai pelunasan pembiayaan apabila anggotanya melakukan tindakan wanprestasi.

  1. Constrain (keadaan yang menghambat)

Ketepatan pemberian modal usaha sangat berkaitan pula dengan iklim/musim suatu usaha tertentu. Sebagai contohnya meskipun seseorang berpengalaman dalam berdagang es kelapa muda, akan tetapi jika ia diberikan pembiayaan usaha pada saat musim hujan maka dapat dipastikan pengembalian angsuran kepada koperasi syariah akan bermasalah. Demikian dengan usaha lain yang bergantung kepada musim/iklim tertentu.

Itulah syarat-syarat yang dicari oleh pengelola koperasi syariah untuk mencari calon anggota pembiayaan. Jika dirasa anda memenuhi keenam syarat tersebut, tidak ada salahnya untuk mencoba menawarkan diri sebagai calon anggota pembiayaan koperasi syariah.

 

Sumber : koperasisyariahjabar.id

Related posts

Leave a Comment