Kualitas Koperasi Syariah Lebih Baik dari Konvensional

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menilai, meski kehadiran Koperasi dengan pola syariah masih baru di Indonesia, namun dari sisi kualitas mampu mengalahkan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) konvensional yang berjumlah 11 ribuan. Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo mencontohkan, di daerah Solo, Jawa Tengah, perkembangan bisnis syariahnya sangat cepat. “Memang dari sisi kualitas memang masih sangat kecil dibanding konvensional, KSP Konvensional kurang lebih 11 ribuan, syariah di bawah tiga ribu. Tapi dari sisi kualitas, lebih unggul dari koperasi konvensional,” ujar Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo, pada acara Sosialisasi Direktorat…

Read More

Sejarah Koperasi Syariah di Indonesia

Geliat gerakan ekonomi Islam sebenarnya telah ada sejak tahun 1905 dengan berdirinya Syarikat Dagang Islam. Karena pengaruh beberapa faktor, gerakan ini tidak dapat diwariskan sehingga terjadi kevakuman ekonomi Islam yang cukup lama di Indonesia. Gerakan ini kemudian muncul kembali pada tahun 1980-an, ditandai dengan berdirinya Baitutamwil Teknosa di Bandung, kemudian disusul dengan berdirinya Baituttamwil Ridho Gusti di Jakarta. Namun, seperti para pendahulunya, gerakan ini tidak dapat bertahan lama kemudian tidak terdengar gaungnya kembali. Pada tahun 1992, dengan kemunculan BMT (Baitul Maal Tamwil) Bina Insan Kamil di Jakarta, perbincangan mengenai koperasi…

Read More

Koperasi Syariah Sekunder; Pendahuluan

Pembangunan ekonomi akan berhasil apabila tercipta sistem keuangan yang stabil dan memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Nyatanya, ada sekitar 2,7 miliar orang dewasa di dunia yang tidak memiliki akses ke sumber keuangan, nyaris sesuai dengan jumlah orang miskin yang terhitung sebanyak 1,7 miliar orang. Indonesia sendiri termasuk negara yang mencatatkan tingginya jumlah penduduk yang tidak berbank (unbanked), bahkan tidak terlayani jasa keuangan formal. Bank Dunia (2010) mencatat hanya sekitar 33% penduduk Indonesia yang sudah terlayani oleh bank, dan 20%-nya adalah penduduk dewasa. Dalam Survei Neraca Rumah Tangga, World Bank…

Read More