Bentuk Pembiayaan dalam Koperasi Syariah (1/2)

Layaknya koperasi pada umumnya, koperasi syariah juga menyediakan layanan pembiayaan kepada para anggotanya. Layanan ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Bedanya dengan koperasi pada umumnya, layanan-layanan ini berdasarkan pada prinsip syariah.

Pembiayaan adalah kegiatan penyediaan dana untuk investasi atau kerja sama pemodalan antara koperasi dengan anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya, yang mewajibkan penerima pembiayaan itu untuk melunasi pokok pembiayaan yang diterima kepada pihak koperasi sesuai akad, disertai dengan pembayaran sejumlah bagi hasil dari pendapatan atau laba dari kegiatan yang dibiayai atau penggunaan dana pembiayaan tersebut.

Di dalam koperasi syariah, pembiayaan koperasi syariah dapat diwujudkan dalam beberapa bentuk,

  1. Pembiayaan Mudharabah

Pembiayaan ini adalah akad kerja sama pemodalan usaha dimana koperasi sebagai pemilik modal menyetorkan modalnya kepada anggota, calon anggota, koperasi-koperasi lain dan atau anggotanya sebagai pengusaha untuk melakukan kegiatan usaha sesuai akad dengan pembagian keuntungan dibagi bersama sesuai dengan kesepakatan, dan apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal sepanjang bukan merupakan kelalaian penerima pembiayaan.

  1. Pembiayaan Musyarakah

Pembiayaan ini adalah akad kerja sama pemodalan usaha antara koperasi dengan satu pihak atau beberapa pihak sebagai pemilik modal pada usaha tertentu, untuk menggabungkan modal dan melakukan usaha bersama dalam suatu kemitraan, dengan kesepakatan pembagian hasil sesuai kesepakatan para pihak, sedang kerugian ditanggung secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal.

  1. Piutang Murahabah

Piutang ini adalah tagihan atas transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati pihak penjual (koperasi) dan pembeli (anggota, calon anggota, koperasi-koperasi lain dan atau anggotanya) dan atas transaksi jual beli tersebut, yang mewajibkan anggota untuk melunasi kewajibannya sesuai jangka waktu tertentu disertai dengan pembayaran imbalan berupa margin keuntungan yang disepakati di muka sesuai akad.

  1. Piutang Salam

Piutang ini adalah tagihan anggota terhadap koperasi atas transaksi jual beli barang dengan cara pemesanan antara penjual dan pembeli dengan pembayaran di muka dan pengiriman barang oleh penjual dilakukan di belakang/kemudian, dengan ketentuan bahwa spesifikasi barang disepakati pada akad transaksi salam.

Pada koperasi syariah, pembiayaan jasa keuangan berprinsip pada sesuai kesepakatan dan saling menguntungkan serta kerugian selalu ditanggung secara bersama. Sehingga dengan hal ini, tidak ada salah satu pihak yang merasa paling diuntungkan dan di saat yang sama tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Pembiayaan jasa keuangan akan dijelaskan pada artikel selanjutnya.

 

Sumber : Burhanuddin. 2013. Koperasi Syariah dan Pengaturannya di Indonesia. Malang : UIN-Maliki Press.

Related posts

Leave a Comment