Ekonomi Syariah dan Tahun Politik 2018

Oleh : Irfan Syauqi Beik** Tahun 2018 tidak diragukan lagi adalah tahun politik yang sangat dinamis dan penuh tantangan. Data KPU menunjukkan bahwa tahun 2018 akan diselenggarakan pilkada di 171 daerah di seluruh Indonesia. Pergantian kepala daerah ini merupakan sebuah keniscayaan, dimana momentum pilkada menjadi sarana evaluasi masyarakat terhadap kepemimpinan kepala daerah yang ada, sekaligus menjadi ajang memilih kepala daerah yang dianggap dapat memenuhi aspirasi mereka. Selain itu, pada tingkat nasional, diantara tahapan penting yang harus dilalui pada tahun 2018 ini adalah pengajuan calon anggota legislatif pada bulan Juli 2018,…

Read More

BWI, Baznas, dan BPKH

Oleh: Raditya Sukmana, Ketua Departemen Ekonomi Syariah dan Peneliti Center of Islamic Social Finance Intelligence, Universitas Airlangga dan Hendri Tanjung, Badan Wakaf Indonesia Pada 5 Desember 2017, dilakukan rapat dengar pendapat Komisi VIII DPR dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Salah satu rekomendasi RDP adalah adanya kerja sama BWI, Baznas, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). BPKH merupakan institusi yang tujuannya mengelola dana haji agar efektif dan efisien. Tujuan RDP untuk mengevaluasi anggaran 2017 dan merencanakan anggaran 2018. Rapat membahas kinerja masing-masing institusi untuk selanjutnya diusulkan program-program bersama. Rapat…

Read More

Memotivasi Karyawan Koperasi Syariah untuk Kinerja yang Lebih Baik

BMT lahir di tengah-tengah masyarakat bertujuan memberikan solusi pendanaan yang mudah dan cepat, mengacu pada prinsip syariah, dan terhindar dari jerat rentenir. Baitul Maal wa Tamwil yang disingkat BMT sebagai lembaga keuangan mikro berbasis syariah muncul dan mencoba menawarkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan pendanaan. BMT dapat dikaitkan sebagai suatu lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang keuangan, lembaga ini tidak hanya bergerak dalam pengelolaan modal uang saja, tetapi BMT juga bergerak dalam pengumpulan zakat, infaq, dan shodaqah (Sumiyanto A, 2008). Secara kelembagaan BMT didampingi atau didukung Pusat Inkubasi Bisnis…

Read More

6C: Kriteria Calon Anggota Pembiayaan Koperasi Syariah

  Koperasi syariah selain menerima calon anggota pembiayaan yang datang langsung ke kantor koperasi syariah, juga proaktif dalam menjaring calon anggota pembiayaan. Hal ini dilakukan agar dana pembiayaan koperasi syariah berjalan aman dan menguntungkan. Cara-cara ini menggunakan metode jemput bola kepada calon anggota pembiayaan yang memenuhi kriteria 6C, yaitu; Character of Akhlaq (karakter akhlaknya) Karakter ini dapat dilihat dari interaksi kehidupan keluarga dan para tetangganya. Untuk mengetahui lebih dalam adalah dengan bertanya kepada tokoh masyarakat setempat maupun para tetangga tentang karakter/akhlak dari calon penerima pembiayaan. Condition of Economy (kondisi usaha)…

Read More

Peranan Sosial Koperasi Syariah

Salah satu peranan terpenting yang dimiliki koperasi syariah adalah fungsi sosial yang dimilikinya. Hal inilah yang dirasa oleh berbagai kalangan sangat cocok di dalam semangat ekonomi kerakyatan yang diharapkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Dengan semangat gotong-royong, koperasi berdiri, dengan semangat ekonomi kerakyatan, koperasi syariah dilahirkan. Selain itu, peranan ini pulalah yang membedakan koperasi syariah dengan koperasi pada umumnya. Jika di dalam koperasi umum, setiap pinjaman yang dilakukan oleh para anggota dikenakan aturan yang sama, maka di dalam koperasi syariah dikenakan aturan yang berbeda sesuai dengan kondisi dari peminjam anggota….

Read More

Masa Depan Prospektif Koperasi Syariah di Indonesia

Hadirnya Koperasi Syariah di Indonesia memberikan warna tersendiri bagi perekonomian Indonesia. Koperasi syariah, lembaga dan sistem perekonomian yang telah berkembang sejak beberapa tahun terakhir ini memiliki karakter unik dan spesifik khas Indonesia. Karena karakternya ini, sistem ini dinilai memiliki prospek yang menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan. Prospek menjanjikan ini dinilai karena adanya fungsi ganda yang dimiliki oleh Koperasi Syariah, dimana peran ini sangat cocok dengan kebutuhan yang ada di dalam masyarakat Indonesia saat ini. Sebagai lembaga bisnis yang berusaha meraup keuntungan dan memberdayakan sumber daya manusia unggulan, di sisi…

Read More

Strategi Penghimpunan Dana pada Koperasi Syariah

Pengembangan KJKS/UJKS yang optimal dapat dicapai dengan Strategi Jaring ikan. Seperti seorang nelayan yang menjarind sekelompok ikan buruan di laut yang luas, dengan jaringnya ia dapat menarik beberapa ikan sekaligus. Begitu pula dengan strategi ini yang dapat menggaet beberapa anggota sekaligus dengan satu strategi. Strategi ini dilakukan dengan menjalin ikatan kerjasama antara KJKS/UJKS dengan suatu komunitas tertentu untuk menggunakan produk-produk lembaga keuangan syariah bagi para anggotanya. Ini adalah strategi efektif yang low budget-high impact daripada KJKS/UJKS membayar mahal iklan di media-media seperti televisi dan koran, tetapi tidak menjamin dapat meningkatkan…

Read More

Apa Tujuan Koperasi Syariah Hadir?

Di Indonesia, secara umum koperasi syariah dibedakan menjadi dua. Pertama, Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS), adalah koperasi yang kegiatan usahanya bergerak di bidang pembiayaan, investasi dan simpanan sesuai pola bagi hasil (syariah) (Burhanudin, 2013). Kedua, Unit Jasa Keuangan Syariah Koperasi (UJKS Koperasi), adalah unit usaha pada koperasi yang kegiatan usahanya bergerak di bidang pembiayaan, investasi, dan simpanan dengan pola bagi hasil (syariah), sebagai bagian dari kegiatan usaha koperasi yang bersangkutan (Burhanudin, 2013). Tidak hanya sekedar memiliki tujuan untuk melayani pembiayaan syariah, koperasi syariah juga memiliki tujuan besar dalam kelahirannya. Lebih daripada itu,…

Read More

Koperasi Syariah Memiliki Nilai-Nilai, Apa Saja?

Koperasi syariah yang saat ini tengah menjadi buah bibir masyarakat karena peranan sosial yang diembannya lebih dirasakan daripada lembaga keuangan yang lainnya, adalah koperasi yang kegiatan usahanya bergerak di bidang pembiayaan, investasi dan simpanan yang sesuai pola bagi hasil (syariah). Koperasi ini berbeda dengan koperasi konvensional pada umumnya yang tidak menerapkan prinsip syariah di dalam operasionalisasinya. Dengan berprinsip syariah inilah, maka koperasi syariah juga memiliki nilai-nilai yang berbeda dengan koperasi konvensional pada umumnya. Nilai-nilai ini digali dari prinsip-prinsip ekonomi syariah yang mengutamakan nilai-nilai positif yang ada di dalam diri seorang…

Read More

Sejarah Koperasi Syariah di Indonesia

Geliat gerakan ekonomi Islam sebenarnya telah ada sejak tahun 1905 dengan berdirinya Syarikat Dagang Islam. Karena pengaruh beberapa faktor, gerakan ini tidak dapat diwariskan sehingga terjadi kevakuman ekonomi Islam yang cukup lama di Indonesia. Gerakan ini kemudian muncul kembali pada tahun 1980-an, ditandai dengan berdirinya Baitutamwil Teknosa di Bandung, kemudian disusul dengan berdirinya Baituttamwil Ridho Gusti di Jakarta. Namun, seperti para pendahulunya, gerakan ini tidak dapat bertahan lama kemudian tidak terdengar gaungnya kembali. Pada tahun 1992, dengan kemunculan BMT (Baitul Maal Tamwil) Bina Insan Kamil di Jakarta, perbincangan mengenai koperasi…

Read More