Enam Keistimewaan Perekonomian Rumah Tangga Muslim

Dalam sebuah keluarga, aspek perekonomian menjadi salah satu faktor yang menentukan sejahteranya sebuah keluarga. Ada banyak strategi yang dimiliki oleh sebuah keluarga untuk menentukan arah perekonomian yang dibangunnya. Di dalam artikel ini, akan dijelaskan nilai-nilai lebih yang dimiliki oleh sebuah keluarga yang membangun basis perekonomian keluarga berdasarkan nilai-nilai agama.

  1. Memiliki nilai akidah

Perekonomian rumah tangga muslim berdiri di atas keyakinan akidah bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah keyakinan untuk beribadah. Perekonomian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan spiritual keluarga dengan meyakini bahwa mencari nafkah disesuaikan dengan syariat. Selain itu, keyakinan akan adanya spesialisasi rezeki atas diri setiap umat menjadikannya terus giat dalam mencari nafkah sebagai nilai ibadah.

  1. Berakhlak mulia

Perekonomian rumah tangga muslim berdiri di atas sebuah keyakinan saling percaya, kejujuran, sikap menerima apa adanya dan sabar. Seorang suami haruslah meyakini bahwa dirinya bekerja untuk memberikan yang terbaik bagi istri dan anak-anaknya. Begitupun istri meyakini bahwa apa yang telah diberikan kepadanya dari suaminya haruslah digunakan dengan sebaik mungkin untuk kesejahteraan keluarga.

  1. Bersifat pertengahan dan seimbang

Sifat pertengahan dan seimbang ini harus diutamakan di dalam perekonomian keluarga. Pertengahan ini seperti dalam pengaturan harta dengan tidak berlebihan dan tidak terlalu hemat sehingga terkesan kikir. Sementara pada prinsip keseimbangan haruslah seimbang antara usaha dan pengeluaran yang dilakukannya. Hal ini diutamakan untuk menjauhkan rumah tangga dari lilitan hutang yang menjadi sumber permasalahan keluarga.

  1. Berdiri di atas usaha yang baik

Perekonomian keluarga muslim berdiri di atas usaha dan pencarian nafkah yang baik dan halal, sesuai dengan aspek spiritual dan aspek etika bagi para anggota keluarga itu. Hal ini ditujukan untuk menghindari hal-hal buruk yang tidak bermanfaat dan mengancam keutuhan keluarga.

  1. Memprioritaskan kebutuhan primer

Selayaknya perekonomian yang lain, kebutuhan primer harus diprioritaskan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Setelah itu baru pemenuhan akan kebutuhan sekunder dan tersier. Hal ini harus dilakukan agar dapat memelihara tujuan utama dalam membangun keluarga untuk menjaga agama, jiwa, akal, kehormatan dan harta.

  1. Memiliki perbedaan antara keuangan laki-laki dan wanita

Perekonomian rumah tangga muslim membedakan tanggung jawab atau beban keuangan laki-laki dari wanita, sebab setiap pihak telah memiliki hak masing-masing, misalnya seorang istri berhak atas maskawin, warisan dan pemilikan harta.

Itulah enam kelebihan bagi sebuah keluarga yang membangun perekonomian keluarga berdasarkan nilai-nilai agama. Banyak hal yang dapat dijadikan pedoman dan dapat dijadikan sebagai sebuah jawaban, bahkan sebelum sebuah permasalahan tersebut muncul.

 

 

Sumber : Syahatah. 1998. Ekonomi Rumah Tangga Muslim. Jakarta  : Gema Insani.

Related posts

Leave a Comment