Ini Tahapan Sosialisasi Fatwa DSN MUI kepada Stakeholder

Oleh: Ahmad ZR

Indonesiainside.id, Jakarta — Wakil Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Prof Jaih Mubarak mengatakan, pengesahan empat draf fatwa keuangan syariah bersama mitra trategis, regulator, kalangan industri, keuangan dan bisnis syariah dilakukan melalui dua tahapan. Pertama, sosialisasi, dan kedua internalisasi khusus untuk Dewan Pengawas Syariah (DPS) tiap perusahaan.

“Nah, internalisasi untuk Dewan Pengawas Syariah ini dinamakan Pra Ijtima. Pra Ijtima itu biasanya dikelompokan tiap cluster seperti perbankan, koperasi, asuransi, dan pasar modal. Jadi itu per satu kepentingan,” kata Jaih kepada Indonesia Inside, saat ditemui usai acara sosialisasi di Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (4/7).

Ia menjelaskan, sosialisasi ini dalam rangka menginfokan secara langsung apa yang sudah dilakukan kepada pelaku. Selain itu, DSN menginfokan fatwa yang telah diterbitkan pada tahun 1998 dan direvisi pada 2018.

“Pertemuan seperti ini akan melahirkan produk implementasi. Sehingga, pada saat implementasi, dia perlu penambahan akad apa saja agar programnya dapat jalan,” katanya.

Jaih menjelaskan, DSN-MUI diamanatkan oleh UU untuk membahas fatwa. Fatwa DSN itu merupakan amanah UU dan ada tahapan berikutnya yang dinamakan taqnin (perundang-undangan).

“Jadi ada yang menjadi peraturan Bank Indonesia, peraturan OJK, peraturan Menteri Keuangan, ada yang menjadi peraturan LPS. Nah, atas dasar peraturan itulah mereka jalan,” ujarnya.

“Jadi tidak langsung jadi fatwa diambil sedemikian rupa. Ada proses taqnin atau menjadi hukum positif,” katanya melanjutkan.

 

sumber : https://indonesiainside.id/ekonomi/2019/07/04/ini-tahapan-sosialisasi-fatwa-dsn-mui-kepada-stakeholder/

Related posts

Leave a Comment