Koperasi Syariah Memiliki Nilai-Nilai, Apa Saja?

Koperasi syariah yang saat ini tengah menjadi buah bibir masyarakat karena peranan sosial yang diembannya lebih dirasakan daripada lembaga keuangan yang lainnya, adalah koperasi yang kegiatan usahanya bergerak di bidang pembiayaan, investasi dan simpanan yang sesuai pola bagi hasil (syariah). Koperasi ini berbeda dengan koperasi konvensional pada umumnya yang tidak menerapkan prinsip syariah di dalam operasionalisasinya.

Dengan berprinsip syariah inilah, maka koperasi syariah juga memiliki nilai-nilai yang berbeda dengan koperasi konvensional pada umumnya. Nilai-nilai ini digali dari prinsip-prinsip ekonomi syariah yang mengutamakan nilai-nilai positif yang ada di dalam diri seorang manusia. Adapun nilai-nilai koperasi syariah adalah,

  1. Shiddiq yang mencerminkan kejujuran, akurasi dan akuntabilitas.
  2. Iqtiqomah yang mencerminkan konsistensi, komitmen dan loyalitas.
  3. Tabligh yang mencerminkan transparansi, kontrol, edukatif dan komunikatif.
  4. Amanah yang mencerminkan kepercayaan, integritas, reputasi dan kredibilitas.
  5. Fathanah yang mencerminkan etos profesional, kompeten, kretaif, inovatif.
  6. Ri’ayah yang mencerminkan semangat solidaritas, empati, kepedulian.
  7. Mas’uliyah yang mencerminkan responsibilitas.

Ditilik dari nilai-nilai tersebut, tidak mengherankan jika banyak produk-produk koperasi syariah yang sangat kental dengan nilai-nilai sosial di dalamnya. Misalkan produk pembiayaan Al Qardh yang merupakan fasilitas peminjaman darurat kepada anggota dimana sang anggota hanya berkewajiban mengembalikan sesuai dengan yang dipinjamnya, baik sekaligus maupun dicicil dalam waktu tertentu. Dalam hal ini koperasi syariah tidak menerapkan sama sekali margin ataupun bagi hasil.

Kemudian produk Al Qardhul Hasan yang merupakan fasilitas pinjaman usaha mikro atau kebutuhan lainnya kepada anggotanya atau masyarakat yang dianggap dhuafa yang membutuhkan tanpa disertai imbalan, dengan kewajiban anggota mengembalikan pokok pinjaman sekaligus atau dicicil dalam jangka waktu tertentu. Kedua program ini sepenuhnya dilakukan untuk menjalankan peran sosial yang diemban oleh koperasi syariah.

Selain itu, program restrukturisasi yang dikenakan kepada anggota yang mengalami permasalahan penurunan pembayaran merupakan sebuah keuntungan bagi anggota koperasi. Jika di dalam lembaga keuangan yang lainnya ketika seseorang mengalami permasalahan pembayaran cicilan maka lembaga keuangan tersebut tidak akan memahami dan terus memaksa hingga sanggup membayar cicilan tersebut, akan tetapi di dalam koperasi syariah tidak mengenal cara-cara tersebut. Penjadwalan Kembali (rescheduling), Persyaratan Kembali (reconditioning), dan Penataan Kembali (Restructuring) menjadi program khusus bagi pembiayaan yang bermasalah dan mengutamakan musyawarah dengan anggota yang bermasalah tersebut. Sehingga ada komunikasi yang terjalin dengan baik dan tumbuhnya komitmen bersama yang dibangun tanpa merugikan salah satu pihak. Dari hal tersebut, dapat dimaknai bahw kehadiran koperasi tidak hanya memiliki visi pada ekonomi, namun lebih utama adalah pada sisi sosial dalam membangun masyarakat yang berkualitas. [sat]

 

sumber artikel asli >> https://koperasisyariahjabar.id/koperasi-syariah-memiliki-nilai-nilai-apa-saja/

Related posts