Memotivasi Karyawan Koperasi Syariah untuk Kinerja yang Lebih Baik

BMT lahir di tengah-tengah masyarakat bertujuan memberikan solusi pendanaan yang mudah dan cepat, mengacu pada prinsip syariah, dan terhindar dari jerat rentenir. Baitul Maal wa Tamwil yang disingkat BMT sebagai lembaga keuangan mikro berbasis syariah muncul dan mencoba menawarkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan pendanaan. BMT dapat dikaitkan sebagai suatu lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang keuangan, lembaga ini tidak hanya bergerak dalam pengelolaan modal uang saja, tetapi BMT juga bergerak dalam pengumpulan zakat, infaq, dan shodaqah (Sumiyanto A, 2008).

Secara kelembagaan BMT didampingi atau didukung Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) yang mengemban misi lebih luas, yakni menetaskan usaha kecil. Dalam prakteknya, PINBUK menetaskan BMT, dan pada gilirannya BMT menetaskan usaha kecil (Rahardjo, M.D, 1999). Menurut Sumiyanto (2008), legal formal BMT di Indonesia berbadan hukum koperasi syariah. Sehingga seluruh gerak dan langkahnya sejalan dengan ketentuan tentang perkoperasian selain juga dengan konsep-konsep syariah Islam. Oleh sebab itu ketentuan perundang-undangan terkait dengan koperasi adalah Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Proses pembelajaran menemukan adanya kemauan untuk menanggapi perubahan (Hartanto, 1995), ini menunjukkan adanya semangat untuk terus memperbarui diri. Senge (1990) sebagai pencetus organisasi pembelajaran, yang dimaksud pembelajaran organisasi adalah, organisasi yang dapat memotivasi orang-orang di dalamnya secara berkelanjutan, meningkatkan kapasitas mencapai apa yang dicita-citakan, mengembangkan pola pikir baru, mengutarakan aspirasi kolektif secara bebas dan para anggota organisasi belajar bersama berkelanjutan.

Peran motivasi dalam kinerja pada organisasi sangatlah penting. Pattigrew (1991) dalam Walton (1999) mengemukakan bahwa motivasi merupakan faktor penting untuk kinerja perusahaan. Di dalam pencapaian kinerja karyawan, motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan seperti dikemukakan Nimran (1996) yang mengatakan motivasi sebagai keadaandi mana usaha dan kemauan keras seseorang diarahkan kepada pencapaian hasil-hasil tertentu.

Kinerja karyawan sangat penting dilakukan penilaian atau evaluasi seperti dikatakan Mangkuprawira (2004) penilaian kinerja sebagai proses yang dilakukan perusahaan dalam mengevaluasi kinerja pekerjaan seseorang. Penilaian kinerja meliputi dimensi kinerja karyawan dan akuntabilitas. Dalam dunia kompetitif global, perusahaan membutuhkan kinerja karyawan yang tinggi. Pada waktu yang sama para karyawan membutuhkan umpan balik tentang kinerja mereka sebagai petunjuk untuk mempersiapkan perilaku masa depan.

Sinn (2006) dalam Meldona (2009) mengemukakan bahwa kinerja karyawan merupakan persoalan krusial dalam hubungan antara atasan dan bawahan pada suatu organisasi. Allah SWT mendorong untuk memberikan insentif bagi orang yang mampu menunjukkan kinerja optimal (baik), disarikan dari QS al-Nahl 16:97.

Pembelajaran organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Koperasi Syariah. Pembelajaran organisasi dengan jalan; pendidikan dan pelatihan, mentoring pembimbingan, dan pengalaman di lapangan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja karyawan yang melingkupi; kualitas hasil, kuantitas hasil, ketepatran waktu, sikap, dan perilaku karyawan Koperasi Syariah. Kemudian Motivasi karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Koperasi Syariah. Motivasi kerja karyawan tersebut antara lain : kebutuhan sendiri dan keluarga, kebutuhan ibadah, dan pengembangan diri.

 

Sumber : koperasisyariahjabar.id

 

Related posts

Leave a Comment