Peranan Sosial Koperasi Syariah

Salah satu peranan terpenting yang dimiliki koperasi syariah adalah fungsi sosial yang dimilikinya. Hal inilah yang dirasa oleh berbagai kalangan sangat cocok di dalam semangat ekonomi kerakyatan yang diharapkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Dengan semangat gotong-royong, koperasi berdiri, dengan semangat ekonomi kerakyatan, koperasi syariah dilahirkan.

Selain itu, peranan ini pulalah yang membedakan koperasi syariah dengan koperasi pada umumnya. Jika di dalam koperasi umum, setiap pinjaman yang dilakukan oleh para anggota dikenakan aturan yang sama, maka di dalam koperasi syariah dikenakan aturan yang berbeda sesuai dengan kondisi dari peminjam anggota.

Di dalam koperasi syariah, program ini dikenal dengan program kebajikan. Ketika anggota membutuhkan dana darurat, dapat diberikan pinjaman dana kebajikan yang tidak mengenakan margin ataupun bagi hasil, srtinya anggota hanya mengembalikan sebesar dana yang dipinjamkan. Selain itu, koperasi syariah diharuskan pula menghimpun dana ziswaf yang dapat disalurkan kepada anggota mustahik ataupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat.

1. Al Qardh

Koperasi syariah memberikan fasilitas peminjaman darurat kepada anggotanya dimana anggotanya hanya berkewajiban mengembalikan sesuai dengan yang dipinjamnya, baik sekaligus maupun dicicil dalam waktu tertentu. Dalam hal ini koperasi syariah tidak menerapkan sama sekali margin ataupun bagi hasil. Sumber dana ini berasal dari modal koperasi syariah atau dari laba yang dihasilkan koperasi syariah.

2. Al Qardhul Hasan

Koperasi syariah memberikan fasilitas pinjaman usaha mikro atau kebutuhan lainnya kepada anggotanya atau masyarakat yang dianggap dhuafa yang membutuhkan tanpa disertai imbalan dengan kewajiban anggota mengembalikan pokok pinjaman sekaligus atau dicicil dalam jangka waktu tertentu. Pada prinsipnya sama dengan Al Qardh, hanya perbedaannya program ini boleh dikenakan kepada masyarakat umum bukan anggota dan dananya bukan bersumber dari modal koperasi syariah ataupun laba yang dihasilkan, namun berasal dari sana ZIS (zakat, infak, shadaqoh).

Dari hal ini dapat dimaknai bahwa koperasi syariah memiliki peranan sosial yang cukup signifikan di dalam kehidupan bermasyarakat. Tidak hanya hadir untuk menyejahterakan anggotanya, namun juga lahir sebagai lembaga yang melembagakan dan mengatur fungsi sosial tolong-menolong di dalam masyarakat. Ketika seseorang mengikatkan diri untuk menjadi anggota koperasi syariah, maka dalam hal ini pula terlekat fungsi sosial di dalam dirinya untuk menolaong orang lain yang membutuhkan.

 

 

Sumber : Buchori, Nur S. 2012. Koperasi Syariah : Teori dan Praktik. Tangerang Selatan : Penerbit Pustaka Aufa Media (PAM Press).

Related posts