Siapa Saja Anggota Koperasi?

Dalam operasionalnya, koperasi syariah tidak hanya bergantung pada struktur dan rencana kerja yang telah dibuatnya. Mekanisme keanggotaan juga menjadi salah satu faktor penting di dalam operasional koperasi syariah yang profesional. Pada prinsipnya, keanggotaan ini bersifat terbuka dan seoptimal mungkin dari kalangan manapun dapat bergabung menjadi anggota koperasi.

Status keanggotaan seseorang pada koperasi jasa keuangan syariah dan unit jasa keuangan syariah koperasi diperoleh setelah seluruh persyaratan keanggotaan dipenuhi, simpanan pokok telah dilunasi dan yang bersangkutan didaftarkan dan telah menandatangani buku daftar anggota. Standar status keanggotaan seseorang pada koperasi digolongkan,

  1. Anggota

Seseorang yang mengajukan lamaran untuk menjadi anggota koperasi, telah memenuhi seluruh persyaratan keanggotaan koperasi sebagaimana tercantum dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi, dan dikabulkan permohonannya untuk menjadi anggota.

  1. Calon Anggota

Seseorang yang mengajukan lamaran untuk menjadi anggota koperasi, namun belum dapat melunasi simpanan pokok yang ditetapkan dan belum tercatat dalam buku anggota koperasi sebagaimana tercantum dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi. Jika permohonannya untuk menjadi calon anggota dikabulkan meskipun tidak dicantumkan dalam buku daftar anggota, pihak yang bersangkutan dapat memanfaatkan jasa pelayanan koperasi. Dalam kurun waktu tiga bulan calon anggota harus menjadi anggota atau ditolak keanggotaannya.

  1. Anggota Kehormatan

Seseorang yang karena kedudukannya diminta oleh pengurus untuk menjadi anggota kehormatan koperasi. Anggota kehormatan wajib membayar simpanan pokok dan simpanan sukarela serta berperan aktif untuk kemajuan koperasi.

  1. Anggota Luar Biasa

Mereka yang berstatus warga negara Indonesia atau warga negara asing bermaksud menjadi anggota yang memiliki kepentingan kebutuhan dan kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh koperasi yang bersangkutan, namun tidak dapat memenuhi syarat sebagai anggota.

Dari jenis-jenis keanggotaan di atas dapat dilihat bahwa sebenarnya koperasi syariah berusaha seoptimal mungkin mengajak dari berbagai kalangan untuk dapat masuk menjadi anggota koperasi syariah. Hal ini ditujukan dengan semakin banyaknya orang yang menjadi anggota koperasi syariah, semakin banyak pula potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari berbagai macam anggota. Semakin banyaknya anggota dari berbagai kalangan, juga memungkinkan jenis usaha dari koperasi syariah semakin bervariasi dan semakin berkembang.

 

 

 

Sumber : Burhanuddin. 2013. Koperasi Syariah dan Pengaturannya di Indonesia. Malang : UIN-Maliki Press.

Related posts

Leave a Comment