Dana Bergulir Skema Syariah Disalurkan Mulai Bulan Depan

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mulai menyalurkan dana bergulir dengan skema syariah pada Februari 2018. Total alokasi dana bergulir dengan pola syariah pada 2018 ditetapkan sebesar Rp 450 miliar. Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM, Jaenal Aripin, mengatakan, dana bergulir dengan pola syariah akan disalurkan kepada koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah (KSPPS) dan unit simpan pinjam pembiayaan syariah (USPPS) atau BMT, serta Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Selain itu, LPDB juga mengakomodasi pelaku UMKM untuk mengakses dana bergulir tersebut. Dia menjelaskan, awalnya dana bergulir dengan pola…

Read More

Perkoperasian Jadi Materi Kuliah

Yogyakarta-Perkoperasian diharapkan dapat menjadi bagian materi perkuliahan pada Program Sudi Kenotaritan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Pemahaman koperasi yang baik dan benar sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi, diperlukan agar  setelah menjadi Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) dapat sekaligus berfungsi menjadi penyuluh dan konsultan koperasi di masyarakat, di samping menjalankan profesinya sebagai pembuat Akta-Akta Otentik termasuk Akta-Akta Koperasi. Hal  tersebut  disampaikan oleh Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM,  Meliadi Sembiring pada Rakornas Badan Kerjasama Program Studi Kenotariatan (BKS PRODI-MKN) di Kampus UGM, Yogyakarta, (4/1/2017). Turut hadir…

Read More

UMKM Dikucuri Modal Kredit Ultra Mikro

SURABAYA – Penyaluran Kredit Ultra Mikro (Kredit UMI) terus bergulir. Pembiayaan Kredit UMI ditujukan untuk koperasi dan UMKM tidak bisa mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk masyarakat berpenghasilan rendah, maksimum plafon Rp10 juta. ”Jadi tukang bakso, nasi goreng bisa mengakses kredit ini,” tutur Menteri Koperasi & UKM, Puspayoga, di Surabaya, kemarin. Puspayoga menyerahkan Kredit UMI senilai Rp117,1 miliar pada empat koperasi/koperasi syariah. Koperasi itu bertindak sebagai chanelling untuk disalurkan pada anggota koperasi dan pengusaha mikro. Empat koperasi penerima Kredit UMI itu melipti Koperasi Abdi Kerta Raharja Tangerang senilai Rp13,4 miliar, Koperasi…

Read More

Fasilitasi Santripreneur, LPDB-KUMKM Dorong Pertumbuhan Kewirausahaan Baru di Tanah Air

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus memberikan kemudahan bagi santri pengusaha (entrepreneur) atau lebih dikenal dengan santripreneur dalam mengakses pembiayaan dana bergulir. Langkah tersebut sebagai upaya LPDB-KUMKM dalam mendorong santripreneur mempercepat pengembangan kewirausahaan, sekaligus pemerataan perkembangan kewirausahaan di Tanah Air. Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo mengatakan, penerima dana bergulir masih terbuka luas dan para santripreneur diharapkan bisa memanfaatkan pembiayaan tersebut. “Penyaluran dana bergulir ini untuk mempercepat pengembangan kewirausahaan dan sekaligus pemerataan perkembangan kewirausahaan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, namun juga di luar Jawa…

Read More

Strategi Penghimpunan Dana pada Koperasi Syariah

Pengembangan KJKS/UJKS yang optimal dapat dicapai dengan Strategi Jaring ikan. Seperti seorang nelayan yang menjarind sekelompok ikan buruan di laut yang luas, dengan jaringnya ia dapat menarik beberapa ikan sekaligus. Begitu pula dengan strategi ini yang dapat menggaet beberapa anggota sekaligus dengan satu strategi. Strategi ini dilakukan dengan menjalin ikatan kerjasama antara KJKS/UJKS dengan suatu komunitas tertentu untuk menggunakan produk-produk lembaga keuangan syariah bagi para anggotanya. Ini adalah strategi efektif yang low budget-high impact daripada KJKS/UJKS membayar mahal iklan di media-media seperti televisi dan koran, tetapi tidak menjamin dapat meningkatkan…

Read More

Kualitas Koperasi Syariah Lebih Baik dari Konvensional

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menilai, meski kehadiran Koperasi dengan pola syariah masih baru di Indonesia, namun dari sisi kualitas mampu mengalahkan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) konvensional yang berjumlah 11 ribuan. Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo mencontohkan, di daerah Solo, Jawa Tengah, perkembangan bisnis syariahnya sangat cepat. “Memang dari sisi kualitas memang masih sangat kecil dibanding konvensional, KSP Konvensional kurang lebih 11 ribuan, syariah di bawah tiga ribu. Tapi dari sisi kualitas, lebih unggul dari koperasi konvensional,” ujar Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo, pada acara Sosialisasi Direktorat…

Read More

Sejarah Koperasi Syariah di Indonesia

Geliat gerakan ekonomi Islam sebenarnya telah ada sejak tahun 1905 dengan berdirinya Syarikat Dagang Islam. Karena pengaruh beberapa faktor, gerakan ini tidak dapat diwariskan sehingga terjadi kevakuman ekonomi Islam yang cukup lama di Indonesia. Gerakan ini kemudian muncul kembali pada tahun 1980-an, ditandai dengan berdirinya Baitutamwil Teknosa di Bandung, kemudian disusul dengan berdirinya Baituttamwil Ridho Gusti di Jakarta. Namun, seperti para pendahulunya, gerakan ini tidak dapat bertahan lama kemudian tidak terdengar gaungnya kembali. Pada tahun 1992, dengan kemunculan BMT (Baitul Maal Tamwil) Bina Insan Kamil di Jakarta, perbincangan mengenai koperasi…

Read More

Koperasi Syariah Sekunder; Pendahuluan

Pembangunan ekonomi akan berhasil apabila tercipta sistem keuangan yang stabil dan memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Nyatanya, ada sekitar 2,7 miliar orang dewasa di dunia yang tidak memiliki akses ke sumber keuangan, nyaris sesuai dengan jumlah orang miskin yang terhitung sebanyak 1,7 miliar orang. Indonesia sendiri termasuk negara yang mencatatkan tingginya jumlah penduduk yang tidak berbank (unbanked), bahkan tidak terlayani jasa keuangan formal. Bank Dunia (2010) mencatat hanya sekitar 33% penduduk Indonesia yang sudah terlayani oleh bank, dan 20%-nya adalah penduduk dewasa. Dalam Survei Neraca Rumah Tangga, World Bank…

Read More

Pemerintah Harus Peduli Pada Koperasi dan UMKM

SURYA.CO.ID | TULUNGAGUNG – Pemerintah harus peduli dan membela masyarakat kecil, khususnya pada Koperasi dan UMKM sebab kondisi krisis sekarang ini terjadi karena membiarkan yang kecil kalah dalam pertarungan liberalisasi. “Pilihan kita, memberikan keseimbangan dalam pasar global, dengan governmentnya membela yang kecil sehingga dapat berkembang dan memiliki daya beli,” ujar Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo (Pakde Karwo) saat Peringatan Hari Koperasi ke-70 Provinsi Jawa Timur Tahun 2017, di GOR Lembu Peteng Kabupaten Tulungagung, Jumat (21/7/2017) pagi. Pakde Karwo menjelaskan, pada saat semua berpikiran usaha efisien adalah pemenang maka usaha yang…

Read More