Pembiayaan Mudharabah dalam Koperasi Jasa Keuangan Syariah

Mudharabah adalah akad  kerjasama usaha/perniagaan antara pihak pemilik dana (shahibul maal) sebagai pihak yang menyediakan modal dana sebesar 100% dengan pihak pengelola modal (mudharib), untuk diusahakan dengan porsi keuntungan akan dibagi bersama (nisbah) sesuai dengan kesepakatan di muka dari kedua belah pihak. Sedangkan kerugian (jika ada) akan ditanggung pemilik modal, kecuali jika ditemukan adanya kelalaian atau kesalahan oleh pihak pengelola dana (mudharib), seperti penyelewengan, kecurangan, dan penyalahgunaan dana. Rukun Mudharabah: Pihak yang berakad: Pemilik Modal (Shahibul Maal) Pengelola Modal (Mudharib) Obyek yang diakadkan: Modal Kegiatan Usaha/Kerja Keuntungan Sighat/Akad: Serah Terima…

Read More

Mengenal Organisasi Koperasi Syariah

Dalam setiap pendirian organisasi pastilah memiliki tujuan yang hendak dicapai. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, ada banyak instrumen yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Instrumen tersebut antara lain adalah struktur organisasi. Selayaknya seperti organisasi yang lainnya, koperasi syariah memiliki struktur organisasi sebagai penunjang kelangsungan berjalannya koperasi syariah. Di dalam operasional secara profesional, koperasi syariah ditunjang dengan struktur, Rapat Anggota Struktur ini merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dimana di dalam rapat anggota menetapkan hal-hal pokok yang menentukan arah berjalannya koperasi syariah. Di dalam struktur ini ditentukan AD ART, kebijakan umum, pengangkatan pengurus, rencana kerja,…

Read More

Bentuk Pembiayaan dalam Koperasi Syariah (2/2)

  Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan pembiayaan-pembiayaan jasa keuangan yang disediakan oleh koperasi syariah. Pada artikel ini akan dilanjutkan pembiayaan-pembiayaan yang disediakan oleh koperasi syariah, Piutang Ishtishna Piutang ini adalah tagihan atas akad transaksi jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan/pembeli dan penjual yang cara pembayarannya dapat dilakukan di muka, diangsur, atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu. Piutang Ijarah Piutang ini adalah tagihan akad sewa-menyewa antara muajir (lessor/penyewa) dengan musta’jir (lesse/yang menyewakan) atas ma’jur (objek sewa) untuk mendapatkan imbalan atas…

Read More

Bentuk Pembiayaan dalam Koperasi Syariah (1/2)

Layaknya koperasi pada umumnya, koperasi syariah juga menyediakan layanan pembiayaan kepada para anggotanya. Layanan ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Bedanya dengan koperasi pada umumnya, layanan-layanan ini berdasarkan pada prinsip syariah. Pembiayaan adalah kegiatan penyediaan dana untuk investasi atau kerja sama pemodalan antara koperasi dengan anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya, yang mewajibkan penerima pembiayaan itu untuk melunasi pokok pembiayaan yang diterima kepada pihak koperasi sesuai akad, disertai dengan pembayaran sejumlah bagi hasil dari pendapatan atau laba dari kegiatan yang dibiayai atau penggunaan dana pembiayaan tersebut. Di…

Read More

Ekonomi Syariah dan Tahun Politik 2018

Oleh : Irfan Syauqi Beik** Tahun 2018 tidak diragukan lagi adalah tahun politik yang sangat dinamis dan penuh tantangan. Data KPU menunjukkan bahwa tahun 2018 akan diselenggarakan pilkada di 171 daerah di seluruh Indonesia. Pergantian kepala daerah ini merupakan sebuah keniscayaan, dimana momentum pilkada menjadi sarana evaluasi masyarakat terhadap kepemimpinan kepala daerah yang ada, sekaligus menjadi ajang memilih kepala daerah yang dianggap dapat memenuhi aspirasi mereka. Selain itu, pada tingkat nasional, diantara tahapan penting yang harus dilalui pada tahun 2018 ini adalah pengajuan calon anggota legislatif pada bulan Juli 2018,…

Read More

Dana Bergulir Skema Syariah Disalurkan Mulai Bulan Depan

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mulai menyalurkan dana bergulir dengan skema syariah pada Februari 2018. Total alokasi dana bergulir dengan pola syariah pada 2018 ditetapkan sebesar Rp 450 miliar. Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM, Jaenal Aripin, mengatakan, dana bergulir dengan pola syariah akan disalurkan kepada koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah (KSPPS) dan unit simpan pinjam pembiayaan syariah (USPPS) atau BMT, serta Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Selain itu, LPDB juga mengakomodasi pelaku UMKM untuk mengakses dana bergulir tersebut. Dia menjelaskan, awalnya dana bergulir dengan pola…

Read More

Peranan Sosial Koperasi Syariah

Salah satu peranan terpenting yang dimiliki koperasi syariah adalah fungsi sosial yang dimilikinya. Hal inilah yang dirasa oleh berbagai kalangan sangat cocok di dalam semangat ekonomi kerakyatan yang diharapkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Dengan semangat gotong-royong, koperasi berdiri, dengan semangat ekonomi kerakyatan, koperasi syariah dilahirkan. Selain itu, peranan ini pulalah yang membedakan koperasi syariah dengan koperasi pada umumnya. Jika di dalam koperasi umum, setiap pinjaman yang dilakukan oleh para anggota dikenakan aturan yang sama, maka di dalam koperasi syariah dikenakan aturan yang berbeda sesuai dengan kondisi dari peminjam anggota….

Read More

Kualitas Koperasi Syariah Lebih Baik dari Konvensional

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menilai, meski kehadiran Koperasi dengan pola syariah masih baru di Indonesia, namun dari sisi kualitas mampu mengalahkan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) konvensional yang berjumlah 11 ribuan. Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo mencontohkan, di daerah Solo, Jawa Tengah, perkembangan bisnis syariahnya sangat cepat. “Memang dari sisi kualitas memang masih sangat kecil dibanding konvensional, KSP Konvensional kurang lebih 11 ribuan, syariah di bawah tiga ribu. Tapi dari sisi kualitas, lebih unggul dari koperasi konvensional,” ujar Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo, pada acara Sosialisasi Direktorat…

Read More

Sejarah Koperasi Syariah di Indonesia

Geliat gerakan ekonomi Islam sebenarnya telah ada sejak tahun 1905 dengan berdirinya Syarikat Dagang Islam. Karena pengaruh beberapa faktor, gerakan ini tidak dapat diwariskan sehingga terjadi kevakuman ekonomi Islam yang cukup lama di Indonesia. Gerakan ini kemudian muncul kembali pada tahun 1980-an, ditandai dengan berdirinya Baitutamwil Teknosa di Bandung, kemudian disusul dengan berdirinya Baituttamwil Ridho Gusti di Jakarta. Namun, seperti para pendahulunya, gerakan ini tidak dapat bertahan lama kemudian tidak terdengar gaungnya kembali. Pada tahun 1992, dengan kemunculan BMT (Baitul Maal Tamwil) Bina Insan Kamil di Jakarta, perbincangan mengenai koperasi…

Read More